Pengertian Cabang Ilmu Botani dalam Biologi

Cabang Botani - Botani adalah cabang biologi yang berhubungan dengan kehidupan tanaman. Botani adalah ilmu tentang struktur dan proses vital tanaman, termasuk fotosintesis, respirasi, dan nutrisi tanaman. Di antara tanaman yang dipelajari adalah tanaman berbunga, pohon, semak, dan tanaman merambat. Area khusus dalam bidang botani meliputi studi lumut, alga, pakis, dan jamur.



Pembagian ilmu botani


Ahli biokimia mempelajari efek tanah, suhu, dan cahaya pada tanaman. Ahli morfologi tanaman mempelajari evolusi dan perkembangan daun, akar, dan batang, dengan fokus khusus pada jaringan di berbagai titik pada batang (disebut tunas) di mana sel memiliki kemampuan untuk membelah.


Ahli patologi tanaman menyelidiki penyebab penyakit tanaman dan efek yang dimiliki patogen, seperti bakteri dan jamur, terhadap pohon hutan, tanaman sayuran, biji-bijian, dan tanaman hias. Ahli botani ekonomi mempelajari dampak tanaman karena berkaitan dengan kebutuhan manusia akan makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Ahli genetika tumbuhan mempelajari pengaturan dan perilaku gen (unit fisik keturunan) pada tanaman untuk mengembangkan tanaman yang tahan terhadap penyakit dan hama.


Tumbuhan fosil dipelajari oleh paleobotani untuk menentukan bentuk paling awal dari berbagai kelompok tanaman dan kondisi di mana mereka ada.




Istilah untuk diketahui


Nomenklatur Binomial: Sistem penamaan tanaman dan hewan di mana masing-masing spesies diberi nama dua bagian, yang pertama adalah genus dan yang kedua adalah spesies.

[irp posts="1544" name="Pengertian Taksonomi Biologi dan Tingkatan Taksonomi"]

Fosil: Sisa-sisa tanaman atau hewan dari zaman geologis masa lalu yang ada dalam batuan.

Gen: Bagian molekul DNA yang membawa instruksi untuk pembentukan, fungsi, dan transmisi sifat-sifat spesifik dari satu generasi ke generasi lainnya.

Genus: Kategori klasifikasi yang terdiri dari spesies yang memiliki karakteristik serupa.

Hukum waris Mendel: Hukum hereditas yang ditetapkan oleh Gregor Mendel berdasarkan eksperimennya dalam pemuliaan tanaman kacang polong .

Patogen: Organisme penyebab penyakit.

Fotosintesis: Proses dimana tanaman menangkap sinar matahari dan menggunakannya untuk membuat makanan mereka sendiri.

Kentang busuk: Penyakit kentang yang disebabkan oleh jamur.

Produser utama: Organisme yang membuat makanan mereka sendiri dari zat tidak hidup, biasanya melalui fotosintesis.

Transpirasi: Hilangnya air dari permukaan daun dan batang tanaman.


Saling ketergantungan


Tumbuhan dan hewan saling bergantung satu sama lain untuk bertahan hidup. Tumbuhan adalah produsen utama yang melalui fotosintesis, menyediakan nutrisi yang digunakan hewan untuk melakukan proses vital tubuh. Hewan, pada gilirannya, berkontribusi pada distribusi tanaman, penyerbukan tanaman, dan setiap aspek pertumbuhan dan perkembangan tanaman lainnya. Bersama dengan zoologi (studi tentang hewan), botani merupakan aspek penting dari studi ekologi (keterkaitan makhluk hidup dan lingkungannya).




[caption id="attachment_2866" align="aligncenter" width="788"]Cabang Ilmu Botani Cabang Ilmu Botani[/caption]

Sejarah botani


Bidang botani mulai terbentuk dengan karya filsuf Yunani Aristoteles (384-322 SM), orang pertama yang mengklasifikasikan tanaman.


Dia membaginya menjadi beberapa kategori sesuai dengan ukuran dan tampilan. Bertahun-tahun kemudian, ahli botani Swedia Carolus Linnaeus (1707-1778) memberikan kontribusi besar pada studi botani dengan menyusun sistem klasifikasi komprehensif untuk tanaman yang masih digunakan sampai sekarang.


Pada 1753, Linnaeus menerbitkan Species Plantarum, di mana ia mengklasifikasikan setiap spesies tanaman yang diketahui menurut struktur dan kesamaannya dengan spesies lain. Dia juga memberi setiap tanaman nama dua bagian (disebut nomenklatur binomial), yang terdiri dari genus (klasifikasi biologis antara keluarga dan spesies) dan kata deskriptif kedua.


Eksperimen ilmiah pertama dalam nutrisi tanaman dilakukan oleh dokter Belgia Jan Baptista van Helmont (1577–1644). Dalam menanam pohon yang hanya menggunakan air sebagai makanan, van Helmont membuktikan bahwa tanah di mana pohon itu ditanam bukan satu-satunya sumber nutrisi tanaman. Ahli fisiologi Inggris, Stephen Hales (1677–1761) mempelajari transpirasi tanaman (kehilangan air dari permukaan daun dan batang tanaman) dan diakui sebagai ahli fisiologi tanaman.


Selama abad kesembilan belas, kemajuan dibuat dalam studi penyakit tanaman, didorong oleh hawar kentang di Irlandia pada tahun 1840-an. Disebabkan oleh jamur yang menghancurkan seluruh tanaman kentang, hawar kentang mengakibatkan lebih dari satu juta kematian akibat kelaparan dan menyebabkan migrasi massal Irlandia ke Amerika.




Dalam pertanian, hawar adalah salah satu dari gejala serangan suatu patogen tumbuhan. Serangan hawar ditandai dengan perubahan penampilan tumbuhan secara cepat, diawali dengan layu pada sebagian besar jaringan (terutama daun), kemudian diikuti klorosis yang cepat (hanya beberapa hari), menjadi coklat, lalu kematian jaringan di bagian permukaan. Gejala awal dapat berupa suatu lesi/bercak melingkar di daun yang semakin lama semakin membesar.


Hawar kebanyakan menyerang daun atau bunga (sehingga sering disebut sebagai hawar daun) dan menyebabkan kerugian besar karena penyakit ini menyerang mendadak dan menyerang areal yang luas. Penyebabnya bisa berasal dari bakteri, fungi (jamur), atau protista (Oomycetes). Gejala layu mendadak muncul akibat tersumbatnya pembuluh tapis (floem) oleh koloni organisme patogen, lalu terjadi ekspansi serangan ke jaringan sasaran.



Ilmu pengetahuan modern tentang genetika tanaman dikembangkan dari karya Gregor Mendel (1822–1884), seorang ahli botani dan biarawan Austria. Eksperimen pembiakannya dengan tanaman kacang memberikan informasi tentang sifat gen dan perannya dalam pewarisan karakteristik antar generasi. Dia merumuskan hukum waris Mendel, yang diterapkan setelah tahun 1900 untuk pembiakan tanaman.


Penelitian dalam botani meliputi pengembangan spesies tanaman baru dan lebih kuat, mengendalikan penyakit tanaman, menemukan obat-obatan baru dari tanaman, dan mempelajari efek intervensi manusia (seperti polusi dan penebangan) terhadap kehidupan tanaman. Menjelajahi cara mempertahankan keseimbangan ekologis yang terus menopang kehidupan tumbuhan dan hewan juga merupakan subjek studi yang penting.


Belum ada Komentar untuk "Pengertian Cabang Ilmu Botani dalam Biologi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel