Pengertian Ekolokasi dan Hewan yang Menggunakan Ekolokasi

Pengertian Ekolokasi - Dalam dunia hewan, hewan tertentu menentukan lokasi suatu objek dengan menghasilkan suara, kemudian menafsirkan gema yang dibuat ketika suara itu memantul dari objek. Proses ini disebut ekolokasi. Hewan yang menggunakan kemampuan indra unik ini adalah mamalia tertentu seperti kelelawar, lumba-lumba, dan paus bergigi. Sekarang dipercaya bahwa hewan-hewan ini menggunakan suara untuk "melihat" objek dengan detail yang sama atau lebih baik dibandingkan manusia.


Mamalia mengembangkan ekolokasi sebagai respons evolusi terhadap kehidupan malam atau kehidupan di perairan yang gelap dan berawan. Dahulu, kelelawar yang memakan serangga di siang hari mungkin telah dikalahkan dalam perjuangan untuk bertahan hidup dengan burung. Demikian pula, paus bergigi, dan lumba-lumba mungkin dengan cepat didorong ke kepunahan oleh hiu, yang memiliki indra penciuman yang sangat tajam. Mamalia laut ini tidak hanya bersaing dengan hiu untuk mencari sumber makanan, tetapi mereka sendiri telah dimangsa oleh hiu. Ekolokasi membantu mereka menemukan makanan dan melarikan diri dari pemangsa.




Istilah untuk diketahui


Desibel: Unit yang digunakan untuk mengukur kenyaringan suara.

Frekuensi: Untuk gelombang suara, jumlah gelombang yang melewati titik tertentu dalam jumlah waktu tertentu.

Mamalia: Hewan berdarah panas yang memiliki tulang punggung dan rambut atau bulu. Mamalia betina memiliki kelenjar susu yang menghasilkan susu untuk memberi makan anak mudanya.

[irp posts="3157" name="Perbedaan Antara Vertebrata dan Invertebrata (Lengkap)"]

Predator: Seekor binatang yang berburu, membunuh, dan memakan binatang lain.


Kelelawar


Ekolokasi pada kelelawar pertama kali dijelaskan dengan jelas oleh para ilmuwan pada tahun 1945. Kelelawar yang memakan katak, ikan, dan serangga menggunakan ekolokasi untuk menemukan mangsanya dalam kegelapan. Setelah mengeluarkan suara, kelelawar ini dapat mengetahui jarak, arah, ukuran, tekstur permukaan, dan bahan suatu objek dari informasi dalam gema yang kembali. Meskipun suara yang dipancarkan oleh kelelawar berada pada frekuensi tinggi yang berada di luar jangkauan pendengaran manusia, suara ini sangat keras mencapai 100 desibel, suara ini sekencang gergaji mesin atau jackhammer. Kelelawar pemakan buah dan nektar tidak menggunakan ekolokasi. Kelelawar siang dan sore ini memiliki mata dan hidung yang kuat untuk menemukan makanan.


Satu pertanyaan yang membingungkan para ilmuwan adalah bagaimana kelelawar dapat mendengar gema dari satu suara saat mengeluarkan suara lain; mengapa kelelawar tidak tuli atau terganggu oleh suaranya sendiri? Jawabannya adalah kelelawar itu tuli, tetapi hanya sesaat. Setiap kali kelelawar mengeluarkan bunyi, sebagian dari telinga tengahnya bergerak dan mencegah suara terdengar. Setelah bunyi kelelawar dibuat, struktur ini bergerak mundur, memungkinkan kelelawar untuk mendengar gema dari panggilan sebelumnya.



Mamalia laut


[caption id="attachment_3204" align="aligncenter" width="989"]Pengertian Ekolokasi Pengertian Ekolokasi[/caption]

Ekolokasi dapat bekerja lebih baik di bawah air daripada di darat karena gelombang suara lebih mudah menjelajahi air daripada melalui udara. Ekolokasi bahkan mungkin lebih efektif untuk mendeteksi objek di bawah air daripada penglihatan berbasis cahaya di darat. Suara dengan rentang frekuensi yang luas berinteraksi dalam cara yang lebih kompleks dengan objek yang disentuhnya daripada cahaya. Untuk alasan ini, suara dapat menyampaikan lebih banyak informasi daripada cahaya.


Seperti kelelawar, mamalia laut seperti paus, dan lumba-lumba memancarkan suara dan mendengarkan gema. Juga seperti kelelawar, mamalia laut ini menggunakan suara banyak frekuensi dan indera pendengaran yang sangat peka arah untuk bernavigasi dan mencari makan. Ekolokasi menmberikan semua mamalia ini dengan gambar tiga dimensi yang sangat rinci dari lingkungan mereka.


Paus, dan lumba-lumba semuanya memiliki indera penglihatan dan penciuman yang lemah, dan semuanya menggunakan ekolokasi dengan cara yang serupa. Mamalia pertama kali memancarkan pulsa suara. Cadangan lemak besar yang ditemukan di kepalanya, kadang-kadang disebut melon, membantu mamalia memfokuskan suara. Gema diterima di bagian rahang bawah, getaran gema kemudian ditransmisikan melalui organ berlemak di telinga tengah di mana akan diubah menjadi impuls saraf yang mengirimkan informasi ke otak. Otak mamalia laut ini setidaknya sama besar dengan ukuran tubuh mereka seperti halnya otak manusia dengan ukuran tubuh manusia.


Lumba-lumba telah menunjukkan bahwa mereka dapat menemukan benda-benda kecil, kabel tipis dan membedakan antara benda-benda yang terbuat dari logam yang berbeda dan ukuran yang berbeda. Ini karena material, struktur, dan tekstur suatu objek memengaruhi sifat gema yang kembali ke lumba-lumba.


Itulah Pengertian Ekolokasi, termasuk penjelasan mengenai hewan-hewan yang menggunakannya.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Ekolokasi dan Hewan yang Menggunakan Ekolokasi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel