Pengertian Karang dan Terumbu Karang

Pengertian Karang dan Terumbu Karang - Karang adalah sekelompok kecil hewan laut tropis yang menempel di dasar laut dan membentuk terumbu karang yang luas, biasanya di laut dangkal, dan air hangat. Terumbu ini terdiri dari kerangka kalsium-karbonat (batu kapur) dari hewan karang yang mati. Terumbu karang membentuk dasar dari jaring makanan laut yang kompleks yang lebih kaya spesies daripada ekosistem lainnya (komunitas tumbuhan dan hewan).


[irp posts="2522" name="Apa Saja Jenis Ekosistem Lingkungan?"]

Biologi karang


Karang atau polip, hidup di dalam kerangka berbentuk cangkir yang disekresikan di sekitarnya. Menyerupai anemon laut, karang adalah kantung seperti jeli yang menempel di salah satu ujung kerangkanya. Ujung terbuka, mulut, dibatasi dengan tentakel yang menyengat. Karang memberi makan dengan menyapu air dengan tentakelnya dan mangsa mikroskopis yang menakjubkan, yang kemudian menarik dirinya ke dalamnya. Masing-masing karang yang berkumpul bersama dalam koloni besar biasanya berdiameter kurang dari satu inci (3 milimeter). Karang hidup seringkali berwarna indah.




[caption id="attachment_3058" align="aligncenter" width="989"]Pengertian Karang Pengertian Karang[/caption]

Karang melakukan reproduksi dengan dua cara. Telur yang dibuahi dilepaskan oleh karang menetas untuk membentuk larva. Setelah menetap di permukaan yang sesuai, larva mengeluarkan cangkir kapurnya sendiri dan tumbuh menjadi karang dewasa, sehingga memulai koloni baru. Karang juga bereproduksi dengan menumbuhkan, atau membentuk karang baru yang melekat pada diri mereka sendiri dengan lembaran tipis jaringan dan bahan kerangka. Dengan cara ini, karang tumbuh menjadi struktur besar yang menyerupai pepohonan.



Pembentukan terumbu karang


Terumbu karang terbentuk terutama oleh kerangka keras karang dan endapan kapur alga koralline dan hewan laut lainnya. Terumbu karang tumbuh ke atas ketika generasi karang menghasilkan kerangka batu kapur, mati, dan menjadi dasar bagi generasi baru. Hewan karang pembentuk karang hanya tumbuh subur di air di bawah 100 kaki (30 meter) dan lebih hangat dari 72 ° F (22 ° C).


Terumbu karang diklasifikasikan menjadi tiga jenis utama. Terumbu tepi tumbuh dekat dengan pantai daratan, memanjang seperti anjungan terendam. Terumbu penghalang juga mengikuti garis pantai, tetapi dipisahkan oleh hamparan air yang luas. Atol adalah terumbu berbentuk cincin yang mengelilingi laguna.


Great Barrier Reef di timur laut Australia adalah struktur terumbu karang terbesar di Bumi yang diciptakan oleh makhluk hidup. Jaraknya  hingga 145 kilometer dan lebar sekitar 2.010 kilometer, dan dipisahkan dari pantai oleh laguna seluas 10 hingga 150 mil (16 hingga 240 kilometer).




[caption id="attachment_3059" align="aligncenter" width="989"]Gambar Great Barrier Reef Gambar Great Barrier Reef[/caption]

Ekologi terumbu karang dan kerusakan yang disebabkan oleh manusia


Dengan banyaknya celah, terumbu karang adalah rumah dan tempat mencari makan bagi banyak sekali bentuk kehidupan laut yang menakjubkan. Tidak ada ekosistem di Bumi yang menjadi tuan rumah bagi keanekaragaman hewan seperti yang ditemukan di dalam dan sekitar terumbu karang. Kecuali mamalia dan serangga, hampir setiap kelompok utama hewan diwakili. Lebih dari 200 spesies karang saja ditemukan di Great Barrier Reef.


Terumbu karang juga bermanfaat bagi manusia dengan melindungi garis pantai dari serangan gelombang yang didorong badai. Manusia bertanggung jawab dalam menyebabkan kerusakan parah pada terumbu karang. Terumbu karang sering dihancurkan oleh pengumpul, yang menggunakan karang untuk membuat perhiasan, dan nelayan, yang menggunakan racun atau dinamit untuk menangkap ikan. Karena karang membutuhkan sinar matahari dan air yang bebas sedimen untuk bertahan hidup, polusi air menimbulkan bahaya besar. Tumpahan minyak, pembuangan limbah, limpasan tanah dan bahan kimia pertanian seperti pestisida semuanya mengancam ekosistem terumbu karang.


Tingkat kerusakan yang terjadi pada terumbu karang dunia diperjelas dengan laporan yang dikeluarkan pada akhir tahun 2000. Global Coral Reef Monitoring Network, sebuah organisasi pemantauan lingkungan internasional, mengeluarkan laporan tersebut dengan data yang dikumpulkan dari para ilmuwan di seluruh dunia. Menurut laporan itu, dunia telah kehilangan 27 persen terumbu karangnya. Beberapa dari terumbu itu tidak pernah dapat dipulihkan, sementara beberapa mungkin bisa kembali. Sebagian besar terumbu karang yang rusak ditemukan di Teluk Persia, Samudra Hindia, perairan di sekitar Asia Tenggara dan Timur, serta Karibia dan Atlantik yang berdekatan. Laporan itu menunjukkan bahwa pemanasan global adalah ancaman terbesar yang dihadapi terumbu karang, diikuti oleh pencemaran air, sedimen dari pengembangan pantai, dan teknik penangkapan ikan yang merusak (seperti menggunakan dinamit dan sianida). 

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Karang dan Terumbu Karang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel