Pengertian Kosmologi, Kosmologi Modern, dan Kreasionisme

Pengertian Kosmologi - Kosmologi adalah studi tentang asal, evolusi, dan struktur alam semesta. Ilmu ini tumbuh dari mitologi, agama, dan pengamatan sederhana dan sekarang didasarkan pada teori matematika, kemajuan teknologi, dan eksplorasi ruang angkasa.


Astronom kuno di Babel, Cina, Yunani, Italia, India, dan Mesir melakukan pengamatan tanpa bantuan instrumen/alat canggih. Salah satu pencarian pertama mereka adalah menentukan tempat Bumi di alam semesta. Pada tahun 100 M, astronom Aleksandria Ptolemy menyarankan bahwa segala sesuatu di tata surya berputar di sekitar Bumi. Teorinya, yang dikenal sebagai sistem Ptolemaic (atau teori geosentris), siap diterima (terutama oleh Gereja Kristen) dan sebagian besar tetap tidak tertandingi selama 1.300 tahun.



Tata surya yang berpusat pada matahari


Pada awal 1500-an, astronom Polandia Nicolaus Copernicus (1473-1543) bangkit untuk menantang sistem Ptolemaic. Copernicus mengatakan bahwa Matahari berada di pusat tata surya dengan Bumi dan planet-planet lain di orbit di sekitarnya. Teori yang berpusat pada matahari ini disebut sistem Copernicus (atau teori heliosentris), yang segera didukung oleh bukti oleh astronom Denmark Tycho Brahe (1546-1601) dan astronom Jerman Johannes Kepler (1571–1630). Bukti ini terdiri dari perhitungan yang cermat dari posisi planet-planet.


Pada awal tahun 1600-an, Kepler mengembangkan hukum gerakan planet dan menunjukkan bahwa planet-planet mengikuti orbit elips, atau jalur berbentuk oval dalam mengelilingi Matahari. Dia juga menunjukkan bahwa alam semesta lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya, meskipun dia masih tidak tahu ukurannya yang benar-benar sangat luas.


Astronom pertama yang menggunakan teleskop untuk mempelajari langit adalah orang Italia Galileo Galilei (1564–1642). Pengamatannya, dimulai pada tahun 1609 dan mendukung teori heliosentris. Pada akhir 1600-an, fisikawan Inggris Isaac Newton (1642-1727) memperkenalkan teori gravitasi dan massa yang menjelaskan bagaimana keduanya bertanggung jawab atas pergerakan planet di sekitar Matahari.


Selama beberapa abad berikutnya, para astronom dan ilmuwan terus menambah pengetahuan manusia tentang alam semesta. Termasuk penemuan nebula (awan antarbintang) dan asteroid (bongkahan materi kecil dan berbatu) dan pengembangan spektroskopi (proses memecah cahaya menjadi bagian-bagian komponennya).




[caption id="attachment_3071" align="aligncenter" width="989"]Pengertian Kosmologi Pengertian Kosmologi[/caption]

Cosmology modern


Pengertian Kosmologi, selama dua dekade pertama abad kedua puluh, fisikawan dan astronom melihat melampaui tata surya kita dan galaksi Bima Sakti kita untuk membentuk gagasan tentang sifat alam semesta. Pada tahun 1916, fisikawan Amerika kelahiran Jerman Albert Einstein (1879–1955) mengembangkan teori relativitas umum, yang menyatakan bahwa kecepatan cahaya adalah konstan dan bahwa lengkungan ruang dan berlalunya waktu terkait dengan gravitasi. Beberapa tahun kemudian, astronom Belanda Willem de Sitter (1872–1934) menggunakan teori Einstein untuk menyatakan bahwa alam semesta dimulai sebagai satu titik tunggal dan terus berkembang.




Istilah untuk diketahui


Asteroid: Benda langit relatif kecil, bongkahan materi yang mengorbit Matahari.

Sistem Copernicus: Teori yang mengusulkan bahwa Matahari berada di pusat tata surya dan semua planet, termasuk Bumi, berputar di sekitarnya.

Gravitasi: Gaya tarik-menarik antar objek, gaya ini tergantung pada massa masing-masing objek dan jarak di antara mereka.

Tahun cahaya Jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun matahari, sekitar 5,9 triliun mil (9,5 triliun kilometer).

Massa: Ukuran jumlah total materi dalam suatu objek.

Nebula: Awan gas dan debu antarbintang.

Sistem Ptolemy (Geosenstris): Teori yang mengemukakan bahwa Bumi berada di pusat tata surya dan Matahari, Bulan, dan semua planet berputar di sekitarnya.

Radiasi: Energi dalam bentuk gelombang atau partikel.

Spektroskopi: Proses memisahkan cahaya suatu objek (umumnya bintang) menjadi warna-warna komponennya sehingga berbagai elemen yang ada dalam objek itu dapat diidentifikasi.

Kecepatan cahaya: Kecepatan di mana cahaya bergerak dalam ruang hampa 299.728 kilometer per detik.


Pada tahun 1920-an, astronom Amerika Edwin Hubble (1889–1953) menemukan bukti yang dapat diamati bahwa galaksi lain ada di alam semesta selain Bimasakti kita. Pada tahun 1929, ia menemukan bahwa semua materi di alam semesta bergerak menjauh dari semua materi lainnya yang membuktikan teori de Sitter bahwa alam semesta mengembang.



Penciptaan alam semesta


Para astronom telah lama tertarik pada pertanyaan tentang bagaimana alam semesta diciptakan. Dua teori paling populer adalah teori big bang dan teori steady-state. Ahli astrofisika Belgia Georges-Henri Lemaître (1894–1966) mengusulkan teori big bang pada tahun 1927. Ia menyarankan bahwa alam semesta terbentuk 10 hingga 15 miliar tahun yang lalu dengan ledakan besar. Setelahnya gravitasi muncul, diikuti oleh atom, bintang, dan galaksi. Tata surya kita terbentuk 4,5 miliar tahun yang lalu dari awan debu dan gas.




[caption id="attachment_2805" align="aligncenter" width="790"]Pengertian Teori Big Bang Pengertian Teori Big Bang[/caption]

[irp posts="2803" name="Pengertian Teori Big Bang"]

Sebaliknya, teori steady-state menyatakan bahwa semua materi di alam semesta telah diciptakan terus-menerus, sedikit demi sedikit dengan laju konstan, dari awal waktu. Teori ini, yang pertama kali dielaborasi pada tahun 1948 oleh astronom Austria-Amerika Thomas Gold, juga menyatakan bahwa alam semesta secara struktural sama di mana-mana dan telah selamanya. Dengan kata lain, alam semesta tidak terbatas, tidak berubah, dan akan bertahan selamanya.


Para astronom dengan cepat meninggalkan teori steady-state ketika radiasi gelombang mikro (energi dalam bentuk gelombang atau partikel) mengisi ruang di seluruh alam semesta ditemukan pada tahun 1964. Keberadaan radiasi ini - disebut gelombang mikro kosmik telah diprediksi oleh para pendukung teori big bang. Pada April 1992, NASA (National Aeronautics and Space Administration) mengumumkan bahwa satelit Cosmic Background Explorer (COBE) telah mendeteksi fluktuasi suhu di latar belakang gelombang mikro kosmik. Fluktuasi ini menunjukkan bahwa gangguan gravitasi ada di alam semesta awal, yang memungkinkan materi untuk berkumpul bersama untuk membentuk benda besar seperti galaksi dan planet. Bukti ini membuktikan bahwa big bang bertanggung jawab atas perluasan alam semesta.



Penemuan lanjutan


Pada akhir abad kedua puluh, para astronom terus merevisi gagasan mereka tentang ukuran alam semesta. Mereka berulang kali menemukan bahwa alam semesta lebih besar dari yang mereka kira. Pada tahun 1991, para astronom yang membuat peta alam semesta menemukan "lembaran" galaksi dalam gugus dan gugus super yang mengisi area berdiameter ratusan juta tahun cahaya. Mereka dipisahkan oleh ruang gelap yang sangat luas, hingga 400 juta tahun cahaya. Dan pada awal 1996, Teleskop Luar Angkasa Hubble memotret setidaknya 1.500 galaksi baru dalam berbagai tahap pembentukan.


Pada akhir tahun 1990-an, ketika mempelajari kelompok supernova tertentu, para astronom menemukan bahwa benda-benda tua dalam kelompok itu surut dengan kecepatan yang mirip dengan benda-benda yang lebih muda. Di alam semesta "tertutup", perluasan alam semesta harus melambat seiring bertambahnya usia. Supernova yang lebih tua harus surut lebih cepat daripada yang lebih muda. Ini adalah teori yang biasa dikemukakan oleh para astronom, bahwa pada titik tertentu alam semesta akan berhenti mengembang dan kemudian kembali dengan sendirinya, yaitu sebuah big bang terbalik. Namun, dengan temuan baru-baru ini, para astronom cenderung percaya bahwa alam semesta adalah "terbuka," yang berarti bahwa alam semesta akan melanjutkan mengembang ke luar selama miliaran tahun sampai semuanya terbakar habis.




Kreasionisme


Kreasionisme adalah teori tentang asal usul alam semesta dan semua kehidupan di dalamnya. Kreasionisme berpendapat bahwa Bumi mungkin berusia kurang dari 10.000 tahun, bahwa ciri-ciri fisiknya (gunung, lautan, dll.) Diciptakan sebagai akibat dari bencana yang tiba-tiba, dan bahwa semua kehidupan di planet ini secara ajaib diciptakan seperti yang ada saat ini. Ini didasarkan pada kisah penciptaan yang diberikan dalam Perjanjian Lama Alkitab.

Karena Creationism tidak didasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah yang ada saat ini, anggota komunitas ilmiah menolaknya sebagai teori yang mungkin tentang bagaimana alam semesta diciptakan. Namun, orang-orang yang sangat percaya pada Kreasionisme merasa bahwa itu harus diajarkan sebagai bagian dari pendidikan sains. Perdebatan sengit antara kedua belah pihak berlanjut.


Belum ada Komentar untuk "Pengertian Kosmologi, Kosmologi Modern, dan Kreasionisme"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel