Pengertian Polimer (Polimer Alami dan Sintetis)

Pengertian Polimer - Polimer adalah molekul yang sangat besar di mana satu atau dua unit kecil diulang berulang kali. Unit berulang kecil dikenal sebagai monomer. Bayangkan bahwa monomer dapat diwakili oleh huruf A. Kemudian polimer yang terbuat dari monomer itu akan memiliki struktur:


-AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA-AAAAA


Dalam jenis polimer lain, dua monomer yang berbeda mungkin terlibat. Jika huruf A dan B mewakili monomer tersebut, maka polimer dapat dituliskan sebagai:


-ABABABABABABABABABABA-BABABA


Polimer dengan dua monomer berbeda dikenal sebagai kopolimer.


Jumlah monomer (A atau B) dalam suatu polimer memang sangat besar. Untuk secara akurat mewakili polimer pertama di atas, misalnya mungkin perlu untuk menulis beberapa ratus atau beberapa ribu A.




[caption id="attachment_3541" align="aligncenter" width="989"]Polimer Polimer[/caption]

Polimer alami


Polimer sangat umum di alam, beberapa zat alami yang paling tersebar luas adalah polimer. Pati dan selulosa adalah contohnya. Tanaman hijau memiliki kemampuan untuk mengambil gula sederhana yang dikenal sebagai glukosa dan membuat rantai yang sangat panjang yang mengandung banyak unit glukosa. Rantai panjang ini adalah molekul pati atau selulosa. Jika kita menetapkan simbol G untuk singkatan molekul glukosa, maka pati atau selulosa dapat direpresentasikan sebagai:


-GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG-GGGGGG-


Sekali lagi, molekul nyata dari pati atau selulosa mengandung ratusan atau ribuan unit G ini.




Istilah


Kopolimer: Polimer yang terbentuk dari dua atau lebih monomer yang berbeda.

Monomer: Molekul kecil yang bergabung bersama untuk membentuk polimer.

Plastik: Sekelompok polimer yang mampu dilunakkan dan dibentuk oleh panas dan tekanan.


Polimer sintetis


Para ilmuwan mulai membuat polimer sintetis jauh sebelum mereka benar-benar memahami struktur molekul raksasa ini. Pada awal tahun 1860-an, para ahli kimia sedang mengeksplorasi cara-cara di mana polimer yang terjadi secara alami seperti selulosa dapat dimodifikasi untuk membuatnya lebih berguna. Polimer ini akhirnya dikenal sebagai plastik. Istilah ini berasal dari fakta bahwa sebagian besar polimer awal dapat dilebur, ditekuk, dan dibentuk.


Polimer sintetis pertama yang benar-benar ditemukan sekitar tahun 1910 oleh kimiawan Belgia-Amerika Leo H. Baekeland (1863–1949). Baekeland mereaksikan fenol dengan formaldehida untuk menghasilkan bahan yang keras, dan tidak larut dalam air atau pelarut lain dan yang tidak menghantarkan arus listrik. Dia menamai produk tersebut Bakelite. Bakelite dengan cepat menjadi sangat populer sebagai bahan casing untuk sejumlah produk rumah tangga, seperti telepon dan peralatan listrik.


Penghargaan untuk pertama kali mengenali sifat kimia polimer biasanya diberikan kepada ahli kimia Jerman Hermann Staudinger (1881–1965). Pada tahun 1926, Staudinger menyarankan bahwa polimer adalah molekul yang sangat besar yang terdiri dari satu atau dua unit sederhana (monomer) yang diulang-ulang. Dia menerima Hadiah Nobel dalam bidang kimia pada tahun 1953 untuk penemuan ini.


Pada paruh terakhir abad kedua puluh, ahli kimia menemukan lusinan jenis polimer sintetis yang berbeda. Sebagian besar senyawa ini dikembangkan untuk memiliki sifat khusus yang diinginkan, seperti ketangguhan, ketahan untuk dipakaim, kepadatan rendah, ketahanan terhadap air, asam, basa, bahan kimia lainnya dan tahan terhadap aliran arus listrik.




Polimer buatan manusia atau sintetis mencakup bahan-bahan seperti polietilen (plastik paling umum di dunia, ditemukan dalam segala hal, mulai dari tas belanja hingga wadah penyimpanan) dan polistirena (bahan yang digunakan untuk membuat gelas sekali pakai). Beberapa polimer sintetis bersifat lentur (termoplastik), sementara yang lain bersifat kaku secara permanen (termoset). Namun, yang lain memiliki sifat seperti karet (elastomer) atau menyerupai serat tanaman atau hewan (serat sintetis). Bahan-bahan ini ditemukan di semua jenis produk di seluruh dunia, dari pakaian renang hingga panci masak.






Tergantung pada penggunaan yang diinginkan, polimer dapat disetel untuk meningkatkan sifat menguntungkan tertentu. Ini termasuk:




  • Reflektifitas: Beberapa polimer digunakan untuk menghasilkan film reflektif, yang digunakan dalam berbagai teknologi terkait cahaya.

  • Tahan benturan: Plastik kokoh yang tahan terhadap benturan keras sangat cocok untuk koper, pelindung, bumper mobil, dan lainnya.

  • Kerapuhan: Beberapa bentuk polistiren keras dan rapuh, dan bahan-bahan ini mudah berubah bentuk menggunakan panas.

  • Penembusan: Polimer tembus pandang, termasuk tanah liat polimer sering digunakan dalam bidang seni dan kerajinan.

  • Daktilitas: Polimer daktail adalah yang dapat dideformasi tanpa hancur berantakan. Logam seperti emas, aluminium, dan baja dikenal karena daktilitasnya, dan polimer daktil, walaupun tidak cukup kuat, masih berguna untuk banyak tujuan.

  • Elastisitas: Karet alam dan sintetis memiliki sifat elastis yang membuatnya ideal untuk ban mobil dan produk lainnya.


Contoh polimer




Polimer umum yang digunakan saat ini meliputi:




  • Polypropylene (PP): Karpet, pelapis

  • Polyethylene low density (LDPE): Tas belanjaan

  • Polyethylene high density (HDPE): Botol deterjen, mainan

  • Poli (vinil klorida) (PVC) : Perpipaan, penghiasan

  • Polystyrene (PS): Mainan, busa

  • Polytetrafluoroethylene (PTFE, Teflon): Panci anti lengket, isolasi listrik

  • Poli (metil metakrilat) (PMMA, Lucite, Plexiglas): Pelindung wajah, skylight

  • Poli (vinil asetat) (PVAc): Cat, perekat

  • Polychloroprene (Neoprene): Pakaian selam



Belum ada Komentar untuk "Pengertian Polimer (Polimer Alami dan Sintetis)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel