Peta Konsep APBN dan APBD

Peta Konsep APBN dan APBD - Defisit Anggaran Mencapai Rp 2,7 Triliun, pengeluaran APBN mulai melaju lebih cepat. Realisasi anggaran yang semula surplus kini mulai melebihi penerimaan sehingga pemerintah sudah membukukan defisit. Defisit terjadi karena lonjakan belanja. Belanja pusat sudah dikeluarkan sebanyak 47 persen dari target APBN 2006, sedangkan belanja daerah 57 persen dari total pagu. Realisasi belanja negara sudah mencapai Rp298,1 triliun, sedangkan pendapatan dan hibah baru sebesar Rp295,4 triliun. (Dikutip dengan pengubahan dari www.kompas.com)


Setiap hari kalian menerima uang saku dari orang tua. Uang tersebut kemudian digunakan untuk berbagai keperluan, seperti membayar ongkos transportasi ke sekolah, membeli alat tulis, makanan dan minuman di kantin, dan berbagai keperluan lainnya. Orang tua kalian juga mengatur sedemikian rupa pendapatan yang diterima untuk membiayai berbagai kebutuhan hidup sehari-hari, seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan. Agar tidak terjadi ”lebih besar pasak daripada tiang”, anggaran perlu dibuat.



Anggaran adalah suatu perencanaan mengenai pengeluaran dan penerimaan pada masa yang akan datang, umumnya disusun untuk satu tahun.

Bagaimana dengan rumah tangga negara? Apakah pemerintah pusat atau pemerintah daerah juga membuat anggaran? Siapakah yang membuat anggaran tersebut? Bagaimana anggaran tersebut dibuat? Pertanyaan-pertanyaan tersebut nantinya akan dapat kamu jawab setelah menyimak dengan saksama paparan berikut.



Peta Konsep APBN dan APBD


[caption id="attachment_3270" align="aligncenter" width="989"]Peta Konsep APBN dan APBD Peta Konsep APBN dan APBD[/caption]

Belum ada Komentar untuk "Peta Konsep APBN dan APBD"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel