Pengertian Teori Pikiran dalam Ilmu Psikologi


Teori pikiran (Theory of Mind) mengacu pada kemampuan untuk memahami keadaan mental orang lain dan mengenali bahwa keadaan mental itu mungkin berbeda dari keadaan kita sendiri. Mengembangkan teori pikiran adalah tahap kunci perkembangan anak. Teori pikiran yang berkembang dengan baik membantu kita menyelesaikan konflik, mengembangkan keterampilan sosial, dan memprediksi perilaku orang lain.

Teori Pikiran

  • Teori pikiran mengacu pada kemampuan untuk memahami keadaan mental orang lain dan mengenali bahwa keadaan mental itu mungkin berbeda dari keadaan kita sendiri.

  • Teori pikiran memainkan peran penting dalam penyelesaian konflik dan interaksi sosial.

  • Anak-anak biasanya mengembangkan pemahaman teori pikiran sekitar usia empat tahun, meskipun beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemahaman itu mungkin mulai berkembang lebih awal.

Perkembangan Teori Pikiran

Anak-anak biasanya mulai menjawab pertanyaan kepercayaan-keliru dengan benar sekitar usia empat tahun. Dalam satu meta-analisis, para  peneliti menemukan bahwa anak-anak di bawah usia tiga tahun biasanya menjawab pertanyaan kepercayaan-keliru dengan tidak tepat, anak-anak berusia tiga setengah tahun menjawab dengan benar kira-kira separuh waktu, dan proporsi tanggapan yang benar terus meningkat dengan bertambahnya usia.

Seorang individu mungkin memahami keadaan mental orang lain dalam beberapa situasi, tetapi berjuang dengan skenario yang lebih bernuansa. Sebagai contoh, seseorang dapat lulus ujian kepercayaan-keliru tetapi masih berjuang untuk memahami kiasan kiasan (nonliteral). Satu tes yang sangat menantang dari teori pikiran melibatkan mencoba menilai keadaan emosional seseorang hanya berdasarkan foto-foto dari mata mereka.


Teori Pikiran dalam Ilmu Psikologi

Peran Bahasa

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa kita dapat berperan dalam pengembangan teori pikiran. Untuk menilai teori ini, para peneliti mempelajari sekelompok peserta di Nikaragua yang tuli dan memiliki berbagai tingkat paparan bahasa isyarat. Studi ini menemukan bahwa peserta yang memiliki paparan bahasa isyarat kurang kompleks cenderung menjawab pertanyaan dengan salah, sedangkan peserta yang memiliki paparan bahasa isyarat lebih kompleks cenderung menjawab pertanyaan dengan benar. Selain itu, ketika para peserta yang awalnya memiliki eksposur yang lebih sedikit belajar lebih banyak kata-kata (khususnya kata-kata yang berhubungan dengan kondisi mental), mereka mulai menjawab pertanyaan kepercayaan-keliru dengan benar.

Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa anak-anak mengembangkan beberapa pemahaman tentang teori pikiran bahkan sebelum mereka dapat berbicara. Dalam satu penelitian, peneliti melacak pergerakan mata balita sambil menjawab pertanyaan kepercayaan-keliru. Studi ini menemukan bahwa bahkan ketika balita menjawab pertanyaan tentang kepercayaan-keliru secara keliru, mereka melihat jawaban yang benar. Dengan kata lain, anak-anak yang sangat muda mungkin memiliki beberapa pemahaman tentang teori pikiran, bahkan sebelum mereka dapat mengungkapkannya.

Teori Pikiran dan Autisme

Peneliti Simon Baron-Cohen di University of Cambridge telah menyarankan bahwa kesulitan dengan teori pikiran dapat menjadi komponen kunci autisme. Baron-Cohen melakukan penelitian yang membandingkan kinerja anak-anak dengan autisme, anak-anak dengan down syndrome dan anak-anak neurotipe pada tugas keyakinan salah. Para peneliti menemukan bahwa sekitar 80% anak-anak neurotipikal dan anak-anak dengan down syndrome menjawab dengan benar. Namun, hanya sekitar 20% anak autis yang menjawab dengan benar. Baron-Cohen menyimpulkan bahwa perbedaan dalam teori pengembangan pikiran ini dapat menjelaskan mengapa orang dengan autisme terkadang menemukan jenis interaksi sosial yang membingungkan atau sulit.

Ketika membahas teori pikiran dan autisme, penting untuk mengenali bahwa memahami keadaan mental orang lain (yaitu teori pikiran) tidak sama dengan merawat perasaan orang lain. Individu yang memiliki masalah dengan tugas-tugas teori pikiran tetap merasakan tingkat kasih sayang yang sama dengan mereka yang menjawab pertanyaan-pertanyaan teori pikiran dengan benar.

Kata Kunci

  • Teori pikiran mengacu pada kemampuan untuk memahami keadaan mental orang lain dan mengenali bahwa keadaan mental itu mungkin berbeda dari keadaan kita sendiri.

  • Teori pikiran memainkan peran penting dalam menyelesaikan konflik dan mengembangkan keterampilan sosial.

  • Anak-anak biasanya mengembangkan pemahaman teori pikiran sekitar usia empat tahun, meskipun beberapa penelitian menunjukkan itu mungkin mulai berkembang lebih awal.

  • Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa individu dengan autisme mungkin memiliki lebih banyak kesulitan daripada yang lain menjawab teori pikiran dengan benar. Temuan ini mungkin menjelaskan mengapa orang dengan autisme kadang-kadang menemukan situasi sosial tertentu membingungkan.

Daftar Pustaka

  • Baron-Cohen, Simon. “What is Theory of Mind, and Is It Impaired in ASC.” Autism spectrum conditions: FAQs on Autism, Asperger Syndrome, and Atypical Autism answered by International Experts, 2011: 136-138. http://docs.autismresearchcentre.com/papers/2011_SBC_What-is-TOM.pdf

  • Baron-Cohen, Simon, Alan M. Leslie, and Uta Frith. “Does the Autistic Child Have a “Theory of Mind”?.” Cognition, 21.1, 1985: 37-46. http://docs.autismresearchcentre.com/papers/1985_BC_etal_ASChildTheoryOfMind.pdf

  • Gewin, Virginia. “Eye-Tracking Brings Focus to ‘Theory of Mind.’” Spectrum News, 29 Jul. 2009. https://www.spectrumnews.org/news/eye-tracking-brings-focus-to-theory-of-mind/

  • Soraya, Lynn. “Empathy, Mindblindness, and Theory of Mind.” Asperger’s Diary, Psychology Today, 20 May 2008. https://www.psychologytoday.com/us/blog/aspergers-diary/200805/empathy-mindblindness-and-theory-mind

  • Tager-Flusberg, Helen. “False-Belief Tasks Are Distinct From Theory of Mind.” Spectrum News, 15 Mar. 2011. https://www.spectrumnews.org/opinion/viewpoint/false-belief-tasks-are-distinct-from-theory-of-mind/
  • Thomson, Brittany M. “Theory of Mind: Understanding Others in a Social World.” Socioemotional Success, Psychology Today, 3 Jul. 2017. https://www.psychologytoday.com/us/blog/socioemotional-success/201707/theory-mind-understanding-others-in-social-world

  • Wellman, Henry M., David Cross, and Julanne Watson. “Meta‐Analysis of Theory‐of‐Mind Development: The Truth About False Belief.” Child Development, 72.3, 2001: 655-684. https://pdfs.semanticscholar.org/93da/6bc7aaa52478bed7852594d1a2237a2be544.pdf

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Teori Pikiran dalam Ilmu Psikologi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel