5 Kunci untuk Menguasai Bahasa Tubuh

Ada bukti penelitian yang kuat bahwa orang dapat menjadi lebih terampil dalam berkomunikasi secara nonverbal yaitu mengirim pesan dan emosi dengan sukses melalui ekspresi wajah dan bahasa tubuh, dan mampu membaca emosi, perasaan, dan pikiran orang lain. Namun, komunikasi nonverbal bukanlah “bahasa” dalam pengertian tradisional. Komunikasi nonverbal rumit, abstrak, dan sering membingungkan. Namun, itu bisa dikuasai.

Berikut adalah kunci untuk mengembangkan keterampilan komunikasi nonverbal.

1. Motivasi untuk Berkembang. 


Pertamadan yang terpenting, Anda perlu termotivasi dan benar-benar INGIN mengembangkan kemampuan Anda untuk berkomunikasi secara nonverbal. Hal itu tidak mudah, dan membutuhkan banyak waktu dan dedikasi. Anda perlu menetapkan tujuan, mendapatkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan Anda, dan berlatih, berlatih, serta berlatih.


Beberapa Bahasa Tubuh

2. Mengembangkan Keterampilan Decoding (Mengurai). 

Kemampuan untuk "membaca" isyarat nonverbal orang lain dianggap sebagai komponen paling penting dalam menguasai bahasa tubuh. Anda harus penuh perhatian dan jeli serta fokus untuk mendapatkan umpan balik tentang akurasi (Anda tidak dapat meningkatkan kemampuan jika Anda tidak mendapatkan umpan balik tentang apakah interpretasi Anda benar). Karena itu, merupakan ide yang baik untuk memiliki mitra belajar untuk membantu dalam pengembangan kemampuan bahasa tubuh.

Meskipun ada ekspresi universal dari emosi (yaitu, tersenyum untuk menunjukkan kebahagiaan ; mengernyit = kesedihan), emosi seseorang dapat dipalsukan. Ini juga membantu mempelajari individu tertentu dan mempelajari pola ekspresif mereka.

3. Keterampilan Pengkodean. 

Pengkodean adalah kemampuan Anda untuk menyampaikan pesan nonverbal kepada orang lain melalui ekspresi wajah, postur, gerakan, dan nada suara Anda. Ada beberapa bukti penelitian bahwa keterampilan decoding dan encoding nonverbal berkorelasi positif (yaitu, "dibutuhkan seseorang untuk mengetahui satu"), sehingga memahami cara menyampaikan pesan secara efektif secara nonverbal juga dapat membantu mengembangkan kemampuan Anda untuk membaca ekspresi orang lain.

Menjadi encoder / pengirim nonverbal yang baik memiliki dua bagian: mengembangkan kemampuan Anda untuk mengekspresikan perasaan secara autentik, apa yang sering disebut sebagai ekspresifitas emosional, tetapi juga menjadi aktor emosional yang baik.

Sekali lagi, dibutuhkan sedikit usaha untuk menjadi enactor yang baik dari isyarat nonverbal. Salah satu pembicara publik yang hebat, mengatakan bahwa ia menghabiskan lebih dari setahun hanya belajar pada gerakannya saat berbicara untuk membuat gerakannya meningkatkan presentasi verbal, tetapi juga untuk membuat gerakan itu tampak alami.

4. Pengetahuan tentang Norma dan Naskah Sosial. 

Tidak cukup hanya dengan fokus membaca bahasa tubuh orang lain dan mampu mengirim pesan nonverbal akurat Anda sendiri. Untuk menjadi master komunikasi nonverbal sejati, Anda perlu memahami konteks komunikasi. Apa artinya ini adalah dapat menggunakan pengetahuan Anda tentang aturan sosial, atau norma-norma, dan memahami pola perilaku sosial (disebut "skrip") untuk mendekode dan mengkode perilaku nonverbal secara lebih akurat. Pikirkan seperti ini: berkomunikasi secara nonverbal adalah bagian besar Kecerdasan Emosional , tetapi tanpa benar-benar memahami situasi sosial (Kecerdasan Sosial), Anda tidak dapat menguasai bahasa tubuh.

5. Keterampilan Pengaturan Nonverbal. 

Menjadi seseorang yang ekspresif dan aktor emosional yang baik adalah penting, penting juga bahwa Anda dapat mengatur perilaku nonverbal Anda agar efektif secara sosial. Ini berarti bahwa Anda mungkin harus menutupi emosi yang dirasakan dengan emosi yang berbeda (yaitu, “memasang wajah bahagia” bahkan ketika Anda sedang mengalami emosi negatif). Juga, jika pengalaman emosional Anda sendiri intens, Anda tidak akan cukup tenang untuk memperhatikan perilaku nonverbal orang lain.

Menjadi ahli bahasa tubuh tidaklah mudah, dan membutuhkan banyak usaha tetapi Anda pasti bisa
Referensi 

Costanzo, M. (1992). Training students to decode verbal and nonverbal cues: Effects on confidence and performance. Journal of Educational Psychology, 84, 308-313.

Riggio, R.E. (1987). The charisma quotient. New York: Dodd, Mead.

Belum ada Komentar untuk "5 Kunci untuk Menguasai Bahasa Tubuh"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel