Perbedaan Antara Pembelajaran Aktif dan Pembelajaran Pasif

Pembelajaran aktif dan pembelajaran pasif adalah dua gaya atau metode untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam proses pembelajaran. Di era pendidikan modern, sebagian besar institusi mulai dari sekolah dasar hingga universitas mengadvokasi pembelajaran aktif sebagai metode yang lebih efektif, dan mencoba menyingkirkan atau membatasi pembelajaran pasif di kalangan siswa.

Keefektifan pembelajaran aktif didokumentasikan dan dibuktikan dengan baik, lembaga-lembaga yang sama tampaknya tidak dapat menghilangkan metode yang secara tradisional digambarkan sebagai pembelajaran pasif, yang menghasilkan beberapa perdebatan mengenai metode mana yang lebih baik. Ada juga beberapa yang mengusulkan bahwa kedua metode saling melengkapi, namun masalahnya lebih di mana, kapan dan bagaimana menerapkan setiap metode tertentu.

Perbedaan antara keduanya terletak terutama pada bagaimana informasi (ilmu) ditransfer ke pelajar dari sumber daya - sumber daya yaitu guru, bahan tertulis dan / atau sumber daya lainnya yang telah memasukkan kemajuan teknologi. Perbedaan lain melibatkan metodologi, bagaimana pembelajaran dicapai dan kelebihan dan kekurangan masing-masing metode. Perbedaan-perbedaan antara pembelajaran aktif dan pasif dibahas lebih lanjut dalam tulisan berikut ini.


 Pembelajaran Aktif dan Pembelajaran Pasif

Apa itu Pembelajaran Aktif?


Pembelajaran aktif adalah metode yang melibatkan siswa dan lingkungan, juga  salah satu pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pembelajaran aktif adalah di mana guru tidak dianggap sebagai sumber utama mata pelajaran tetapi lebih berperan sebagai pengarah. Peran siswa di sisi lain, adalah mempertanyakan, kritis dan mempercayai penilaian seseorang.

Pemikiran yang berbeda, di mana siswa mengembangkan berbagai ide dan solusi kreatif untuk suatu masalah, difasilitasi oleh pembelajaran aktif. Belajar itu sendiri dipandang sebagai konflik ide dan menyatukan ide-ide itu (menyintesisnya) yang menghasilkan pengetahuan baru. Metode pengajaran khas dalam pembelajaran aktif adalah metode di mana siswa melakukan lebih dari hanya sekadar mendengarkan. Metode ini dapat sesederhana diskusi, baik antara guru dan siswa atau diskusi yang difasilitasi antara siswa. Metode lain lebih praktis, mulai dari eksperimen laboratorium hingga permainan peran dan debat.

Pembelajaran aktif memfasilitasi umpan balik yang sering antara guru dan siswa. Umpan balik ini memberikan ukuran bagi guru dan siswa tentang tingkat pembelajaran. Ini juga meningkatkan partisipasi dan perhatian pada siswa, merangsang diskusi dan mengembangkan pemikiran kritis pada siswa. Namun, pada bagian guru, menjadi sulit untuk merencanakan pelajaran karena memfasilitasi pembelajaran aktif membutuhkan fleksibilitas dan spontanitas. Jumlah materi dan pengetahuan yang dapat dibahas dan disajikan menjadi terbatas karena keterbatasan waktu. Ada juga potensi gangguan di antara siswa ketika mereka tidak dipantau dengan benar.

Apa itu Pembelajaran Pasif?


Pembelajaran pasif adalah metode pembelajaran tradisional, dan keterlibatan siswa sangat sedikit. Lingkungan biasanya berfokus pada guru; siswa hanya mendengarkan guru dan menginternalisasi apa yang telah mereka dengar. Pembelajaran pasif mengasumsikan bahwa guru adalah sumber mata pelajaran dan bahwa perannya adalah untuk memberikan pengetahuan. Peran siswa di sisi lain hanya untuk menerima pengetahuan itu dengan bersikap pasif, percaya dan tidak mempertanyakan.

Pemikiran konvergen, asumsi bahwa ada satu solusi yang tepat, beroperasi dalam pembelajaran pasif. Belajar dilihat hanya sebagai transfer ide dari guru ke siswa. Metode yang paling umum dalam pembelajaran pasif adalah ceramah dan instruksi langsung, bercerita dan penggunaan analogi.

Pembelajaran pasif memungkinkan penyajian cepat berbagai informasi dan pengetahuan. Cara ini juga memberi guru lebih banyak kontrol terhadap lingkungan belajar, dan membuat penyajian materi menjadi lebih teratur dan mudah dimengerti. Pembelajaran pasif juga memungkinkan catatan kuliah untuk direncanakan, direplikasi dan digunakan kembali oleh lebih banyak siswa. Di sisi lain, kuliah sangat membosankan. Siswa memiliki kecenderungan untuk terlepas dan tidak termotivasi. Pembelajaran pasif juga sering menghasilkan pemahaman materi yang dangkal. Ada umpan balik minimal dan sangat sedikit peluang untuk mengukur jumlah pembelajaran. Siswa juga cenderung menghindar dari menyuarakan pertanyaan dan kesalahpahaman.

Perbedaan antara Pembelajaran Aktif dan Pembelajaran Pasif

Keterlibatan Siswa

Dalam pembelajaran aktif, siswa tidak hanya duduk dan mendengarkan tetapi sangat terlibat dalam proses pembelajaran sementara dalam pembelajaran pasif, siswa hanya mendengarkan dan menginternalisasi.

Fokus Lingkungan Belajar


Dalam pembelajaran aktif, lingkungan belajar berpusat pada siswa sedangkan dalam pembelajaran pasif, lingkungan belajar berpusat pada guru.

Peran Guru

Dalam pembelajaran aktif, guru adalah fasilitator peserta didik sedangkan dalam pembelajaran pasif, mereka adalah sumber materi pelajaran.

Peran Siswa

Peran siswa adalah untuk mempertanyakan, dan kritis terhadap informasi yang diterima saat dalam pembelajaran pasif, seorang siswa hanya menerima informasi sambil mempercayai dan tidak mempertanyakan.

Jenis Pemikiran/Berpikir yang Terlibat

Pembelajaran aktif memfasilitasi pemikiran divergen sedangkan pembelajaran pasif memfasilitasi pemikiran konvergen.

Bagaimana Belajar Dicapai

Dalam pembelajaran aktif, pembelajaran dicapai dengan mensintesis informasi yang diterima, sedangkan dalam pembelajaran pasif, pembelajaran dicapai dengan menginternalisasi informasi.

Kelebihan

Pembelajaran aktif memungkinkan seringnya umpan balik, merangsang perhatian, partisipasi dan diskusi, dan mengembangkan pemikiran kritis. Pembelajaran pasif memungkinkan lebih banyak informasi untuk disajikan, memberi guru lebih banyak kontrol, dan memungkinkan presentasi topik yang terorganisir.

Kekurangan

Pembelajaran aktif tidak memungkinkan untuk pelajaran yang direncanakan dengan baik, siswa dapat menjadi terganggu dan jumlah informasi yang dibagikan adalah minimal. Pembelajaran pasif dapat menjadi membosankan, siswa menjadi terlepas, pengetahuan yang diperoleh mungkin dangkal, dan ada umpan balik yang minimal.

Penutup

  • Pembelajaran aktif dan pasif adalah metodologi yang berbeda untuk memperoleh pengetahuan dalam proses pembelajaran.

  • Pembelajaran aktif melibatkan siswa dalam proses pembelajaran dan metodologinya berpusat pada siswa sedangkan pembelajaran pasif tidak melibatkan siswa dan berfokus pada guru.

  • Lembaga pembelajaran modern umumnya mengadvokasi untuk metodologi pembelajaran aktif tetapi metodologi pembelajaran pasif banyak digunakan terutama saat kuliah, dimana menunjukkan kegunaan dan nilai metodologi pembelajaran pasif.

  • Ada kelebihan dan kekurangan untuk pembelajaran aktif dan pasif dan setiap metode dapat diterapkan sesuai keadaan.

Belum ada Komentar untuk "Perbedaan Antara Pembelajaran Aktif dan Pembelajaran Pasif"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel