Sindrom Dispepsia Adalah Penyakit Perut, Kamu Sudah Tahu?


Sindrom Dispepsia | Gambar : halodoc.com

Mungkin, kita banyak yang mengalami kembung atau perut terasa penuh padahal makan dengan porsi normal, bahkan kurang dari biasanya. Jika kamu pernah mengalaminya, tanda-tanda tersebut disebut juga dengan dispepsia. Menurut alodokter.com, dispepsia adalah gejala-gejala pada perut bagian atas yang menimbulkan rasa sakit atau rasa tidak nyaman. Tidak ada batasan umur atau gender, setiap orang bisa mengalami ini.

Ketika mengalami gejala dispepsia, kamu tidak perlu khawatir karena sindrom ini memang bukan penyakit yang serius. Akan tetapi, kamu tetap harus mengatur pola hidup, termasuk pola makan agar sindrom ini tidak menjadi serius. Karena jika kamu mengabaikannya, sindrom dispepsia akan menjadi gejala pencernaan yang lain dan bisa saja lebih parah. Sehingga mengharuskanmu untuk menjalani pengobatan serius.

Gejala


Dispepsia memang memiliki gejala agar kamu bisa mengenal saat mengalaminya. Gejala umum yang dirasakan oleh penderita sindrom ini, seperti yang sudah dijelaskan di atas adalah perut yang kembung atau bisa juga sakit perut. Selain itu pun ada yang dirasakan oleh pengidap seperti sesak napas, nyeri pada ulu hati, mual-mual, serta muntah.

Gejala-gejala lain yang biasa dirasakan oleh pengidap dispepsia adalah perut yang selalu terasa penuh meski makan sedikit maupun dalam porsi yang normal, tenggorokan yang terasa sangat panas, begitu pula dengan lambung. Melakukan pembuangan gas yang secara berlebih, juga kamu akan merasa selalu kenyang.

Penyebab


Penyebab dari sindrom dispepsia adalah bisa terjadi dari pola hidup yang tidak sehat dan pola makan yang tidak teratur. Tidak hanya itu saja, bagi yang suka merokok, rokok pun bisa menjadi penyebab dari sindrom dispepsia. Minuman beralkohol, makan-makanan pedas, juga termasuk ke dalam minuman dan makanan yang menjadi penyebab untuk dispepsia.

Penyebab selanjutnya dari sindrom ini antara lain efek samping dari obat yang diminum oleh pengidap sebelumnya, sebagai contoh ialah obat jenis antibiotik. Selain antibiotik, jenis obat kortikosteroid juga yang mampu menaikkan tingkat asam lambung sehingga bisa menyebabkan munculnya dispepsia.

Penyebab lain di luar makanan, minuman, dan obat, adalah dari segi penyakit. Penyakit yang bisa menjadi biang dari munculnya sindrom dispepsia yaitu GERD atau penyakit asam lambung, kanker pada lambung, tukak yang terjadi pada lambung, masalah pada saluran empedu maupun pankreas. Seperti yang sudah disebutkan bahwa dispepsia memang tidak berbahaya, tetapi jika berakibat menjadi penyakit pencernaan yang lainnya, kamu harus memeriksakannya ke dokter.

Pengobatan


Karena merupakan penyakit yang tidak terlalu membahayakan, biasanya yang harus dilakukan oleh  pengidap dispepsia adalah menjaga pola makannya. Juga bisa dibantu dengan gaya hidup yang semakin baik. Ketika kamu sedang makan, makanlah sedikit-sedikit, dan kamu bisa mengunyahnya secara pelan dan tunggu sampai benar-benar halus, baru kamu bisa menelan makanannya.

Selagi mengalami sindrom dispepsia, kamu harus menghindari makanan-makanan yang memiliki lemak, terasa asam, dan pedas. Tidak hanya itu, jangan dulu memakan makanan yang diolah dan makanan cepat saji. Minuman-minuman  yang memiliki kandungan kafein dan soda juga harus kamu pantang, kamu dilarang meminum minuman tersebut sebelum kamu benar-benar sembuh. Termasuk juga alkohol serta rokok.

Cara lain untuk mengatasi dispepsia adalah dengan berolahraga secara teratur. Olahraga cukup mampu membuat tubuhmu bugar serta menjaga berat badanmu. Kamu harus menenangkan pikiran agar tidak sampai stres. Hindari juga berbaring saat selesai makan, jika ingin berbaring kamu bisa menunggu sampai 3 jam agar makanan sudah benar-benar masuk ke dalam perut.

Itulah ulasan mengenai pengenalan sindrom dispepsia yang bisa kamu ketahui baik dari gejala, penyebab, dan cara mengobati. Semoga artikel ini bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Sindrom Dispepsia Adalah Penyakit Perut, Kamu Sudah Tahu?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel