Belajar Public Speaking dari Pidato Michelle Obama

Mantan ibu negara Michelle Obama  pantas mendapatkan nilai tinggi atas pidatonya di Konvensi Demokratik tahun 2020 secara virtual pada tanggal 17 Agustus 2020

Meskipun pidato politik selalu mendapat dukungan dan kritik, namun kita dapat mempelajari keterampilan berbicara di depan umum dari pidato yang ditulis dengan baik dan disajikan dengan ahli tersebut.

Pidato Michelle Obama yang berdurasi 18 menit menonjol dalam tiga cara: penulisan, penyampaian, dan gerak tubuh.

Belajar Public Speaking dari Pidato Michelle Obama
Belajar Public Speaking dari Pidato Michelle Obama

Penulisan yang Baik


Lebih mudah menyampaikan presentasi yang kuat jika Anda memulai dengan tulisan yang kuat.

Salah satu teknik dalam perangkat penulis adalah memvariasikan panjang kalimat. Kalimat panjang membentuk kalimat pendek atau, dalam contoh pidato Obama berikut, kalimat pendek membentuk kalimat panjang. 

"The job is hard. It requires clear-headed judgment, a mastery of complex and competing issues, a devotion to facts and history, a moral compass, and an ability to listen--and an abiding belief that each of the 330,000,000 lives in this country has meaning and worth "

Michelle Obama juga menggunakan kontras dalam kalimat. Ini juga merupakan teknik retoris yang membuat sebuah ide menarik dan mudah diingat.

Terakhir, Obama menggunakan bahasa metaforis untuk mengekspresikan ide abstrak dalam bahasa yang akrab.

"Menjadi tinggi berarti membuka belenggu kebohongan dan ketidakpercayaan dengan satu-satunya hal yang dapat benar-benar membebaskan kita: kebenaran yang keras dan dingin."

Metafora, kontras, dan panjang kalimat adalah elemen penting dari tulisan bagus yang dapat Anda gunakan untuk mempertajam presentasi Anda.

Penyampaian Efektif


Penutur hebat menyoroti kata-kata kunci dengan mengubah volume kata, berhenti sebelum atau sesudahnya, atau memperpanjangnya dengan memperlambat penyampaian setiap suku kata. Michelle Obama cenderung memanjangkan atau meregangkan kata-kata yang ingin dia tekankan.

Misalnya, ketika dia berkata, "Sungguh menyakitkan melihat begitu banyak orang yang terluka," Michelle Obama melambat dan mengulurkan kata "sakit."

Menjelang akhir pidato Michelle Obama, dia mulai menekankan lebih banyak kata secara berturut-turut, yang membuat tindakan yang meningkat ini terasa mendesak. Dengan 90 detik tersisa, Michelle Obama berkata:

"This is who we still are: compassionate, resilient, decent people whose fortunes are bound up with one another.."

Perhatikan penyampaian kata tersbut.

Gestur Merasa Hati (Gerak Tubuh)


Michelle Obama tidak mengayunkan tangan atau lengannya secara sembarangan. Gerakannya jelas dan spesifik.

Salah satu isyarat yang dia gunakan beberapa kali adalah membawa tangannya ke hatinya. Ini adalah tanda empati yang dilakukan banyak orang secara alami ketika berbicara tentang masalah yang dekat di hati mereka.

Misalnya, sebagai ibu dari dua anak perempuan, mungkin wajar bagi Michelle Obama untuk mengangkat tangan ke hati ketika dia berkata, "Terlalu banyak komunitas yang tertinggal dalam kesulitan untuk bergulat dengan apakah dan bagaimana membuka sekolah kita dengan aman."

Saya tidak menganjurkan agar pembicara terlalu fokus pada gerakan yang mereka buat karena dapat terlihat seperti dibuat-buat. Namun, saya menunjukkan bahwa ketika Anda mengomunikasikan ide-ide yang sangat Anda pedulikan, tangan Anda secara alami akan mengikuti kata-kata Anda. Biarkan tangan anda.

Belum ada Komentar untuk "Belajar Public Speaking dari Pidato Michelle Obama"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel